1.1 Kebutuhan Kita untuk Dipulihkan

Beriman kepada Yesus menjadi masuk akal ketika kita memahami apa yang Dia katakan tentang kita dan tentang diri-Nya.

Yesus mengajarkan bahwa setiap orang memiliki masalah hati.

Dia berkata bahwa dosa timbul “dari dalam” diri kita (Markus 7:20-22). Apakah dosa itu? Pada dasarnya, dosa adalah pemberontakan terhadap Sang Pencipta yang penuh kasih dan gagal mengasihi-Nya sebagaimana mestinya.

Yesus mengajarkan bahwa kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, pikiran dan jiwa kita, dan bahwa kita harus mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri kita sendiri (Matius 22:37-39). Namun, jika kita melihat kehidupan kita dengan jujur, kita akan melihat bahwa kita sering kali lebih mengutamakan diri kita sendiri daripada Tuhan; bahwa kita sering memperlakukan Dia dan orang lain dengan cara-cara yang memalukan; bahwa kita tidak selalu bertindak seperti yang seharusnya.

Dosa dapat muncul secara berbeda dalam diri kita masing-masing; mungkin melalui keegoisan, kesombongan, iri hati, tipu daya, hawa nafsu, atau kurangnya pengendalian diri, tetapi kita semua pernah menyimpang dari apa yang benar, melangkah terlalu dalam pada apa yang salah. Konsekuensi dari dosa kita terlihat jelas dalam kehidupan kita sendiri dan dalam kehidupan orang-orang yang kita berbuat salah.

Alkitab mengajarkan bahwa melanggar hukum moral adalah penyebab kematian dan penderitaan manusia secara fisik. Alkitab juga mengajarkan bahwa dosa memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi jiwa kita; dosa merusak persekutuan kita dengan Allah selama hidup ini dan mungkin juga setelah kematian. Ini disebut “kematian rohani” karena, dosa akan memisahkan kita untuk selama-lamanya, dari Sang Pemberi Kehidupan dan dari segala sesuatu yang baik, kecuali kita dipulihkan.

Apakah ada harapan bagi kita? Bagaimana kita dapat dipulihkan?

Siap untuk mulai?

Daftar di pelatihan online gratis ini!

Mulai pelatihan ini sekarang